CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 23 Mei 2012

liburan....

minggu kemarin libur panjang, 4 hari, kami jalan2 ke batulicin, menyenangkan sekali, ayah nyetir sendiri, hehe,,, kata orang2 waktu tempuh dari banjarmasin ke batulicin tuh 4-5 jam bahkan kalo ngebut bisa 3 jam, tapi kami tempuh dalam waktu 8 jam, gimana ga 8 jam kalo baru juga jalan 1/2 jam anak2 dah pada merengek2, akhirnya berhenti dulu, nyari angin pinggir jalan dulu hehe,,, nyantai2 wong namanya juga berlibur.

nyampai di batulicin nginep di hotel ebony, 2 hari, lumayan bagus lah wong ga da pilihan lainnya heheh,,, hari jumatnya kami naik fery, ke kotabaru, seru... ada ikan n ubur2 di perairannya trus sempet ketemu mbah tyas jg, tetangga di banyuwangi dulu yang sekarang menetap di kotabaru, dan akhirnya kami nekat ke pantai sarang tiung walau ga tau jalan akhirnya ketemu juga heheh... mbak naira n adek shakila suka banget berenang di pantai, menyenangkan,,, ayah n bunda juga senang berenang berbasah2, bener2 quality time buat keluarga.

well.. liburan berakhir, akhirnya bunda balik ke rutinitas, ada kemajuan dalam skripsi bunda, akhirnya bunda dapat dosen pembimbing yaitu bu ima n pak asruni, moga2 skripsi bunda lancar doain ya,,, buat mbak naira n dedek shakila ntar kalo ada liburan, kita jalan2 ke pantai lagi, minta ma ayah hehe,,

Selasa, 24 April 2012

Besar Pohon Besar Dahan


Pendahuluan.

Jika ada pengeluaran yang lebih besar dari pendapatan, peribahasa yang cocok dengan kondisi itu adalah, Besar Pasak Daripada Tiang. Jika ada situasi seseorang yang penghasilannya besar tapi juga memiliki pengeluaran yang besar pula, apa peribahasa yang cocok?

Suatu pagi, aku mendampingi anak-anak belajar. Bahasa Indonesia. Di suatu soal digambarkan tentang seorang laki-laki yang rajin bekerja, sukses, memiliki banyak penghasilan tetapi memiliki anak-anak yang sedang kuliah. Jadi besarnya penghasilan sang tokoh bacaan tersebut selalu memiliki penyaluran yang pasti ke biaya anak-anaknya yang sedang sangat besar. Lalu ada ungkapan yang tertulis dalam soal itu, yaitu ; Besar Pohon Besar Dahan. Ungkapan itu dianggap mewakili situasi yang dihadapi sang tokoh.

Jadi, apa peribahasa yang cocok untuk situasi yang penghasilan besar dan pengeluaran juga besar? Jawabnya adalah ; Besar Pohon Besar Dahan.

Besar Pohon Besar Dahan.

Aku suka ungkapan itu. Kalau ungkapan itu adalah peribahasa, aku baru membacanya sekali itu. Dan jika itu ungkapan biasa, aku juga baru sekali ini memikirkannya. Yang lebih terkenal adalah ; Besar Pasak Daripada Tiang. Mungkin karena kebaruannya itu, aku tertarik dengan ungkapan itu. Tapi selain karena baru, aku juga tertarik dengan maknanya yang serasa dekat dengan situasiku.

Aku merasa memiliki kedekatan makna dengan ungkapan itu. Ada beberapa pos yang cukup signifikan secara prosentase dalam komposisi pengeluaran kami. Itu tak bisa dilepaskan dari faktor jumlah anak, jumlah anak sekolah, besaran biaya sekolah, adanya hal yang menjadi prioritas kami, dan adanya pos-pos pengeluaran yang kami abaikan. Faktor-faktor itu membuat komposisi pengeluaran kami menjadi khas. Komposisi itu juga yang membuat kami menyakini bahwa kami khas. Kami mungkin tidak memiliki pengeluaran tertentu dan kami mungkin memiliki pengeluaran tertentu dalam jumlah yang signifikan karena prioritas, jumlah anak, sekolah anak-anak kami dan faktor lainnya.

Soal kekhasan adalah soal semua keluarga. Mereka berbeda dengan kami, kami berbeda dengan mereka, dan mereka berbeda satu dengan lainnya. Salah satu penyebabnya adalah karena perbedaan komposisi pengeluaran. Komposisi pengeluaran itu membuat kami berbeda, sebagaimana orang lain juga berbeda dengan kami karena komposisi pengeluarannya yang khas.

Jadi, ini soal perbedaan dan prioritas. Ini bukan soal selera. Aku tidak kehilangan selera pada rumah yang bagus. Seleraku pada kendaraan bagus bukan hilang. Pakaian bagus, asesoris keren, dan pernik-pernik itu masih bisa aku rasakan mana yang bagus dan mana yang tak terlalu bagus. Aku masih sangat mengerti prestise dan gengsi dari berbagai hal itu. Masih. Masih sekali. Aku tidak sedang kehilangan selera.

Maka bukan tak ada sesuatu yang agak perih di hati ketika menyaksikan rumah, perabot, baju, asesoris, kendaraan dan semacamnya yang lebih bagus dari yang kami miliki. Jujur, aku bukan tak memiliki sedikit perih itu. Tapi aku adalah aku dan kami adalah kami. Sedangkan orang lain adalah mereka. Situasi kami bukan situasi mereka dan situasi mereka bukan situasiku. Maka, perbedaan adalah keniscayaan. Jadi, meski tak mati perasaan ini, kami adalah kami. Dan meski ada sedikit rasa yang khas di hati, kami adalah kami.

Kami adalah kami dengan situasi yang khas. Maka kami bukan mereka yang berlebih. Dan kami –alhamdulillah- bukan mereka yang sangat berkekurangan.
Maka adalah ketimpangan jika kami cuma melihat ke atas, ada mereka yang dibawah. Dan adalah ketimpangan jika kami cuma melihat ke bawah, ada mereka yang memang sangat di atas kami.

Aku bukan tak melihat kilau kagum di mata istriku terhadap sesuatu. Aku bukan tak mendengar decak kagum anak-anakku terhadap sesuatu. Telingaku juga masih sanggup mendengar nada kebanggaan karena sesuatu. Aku juga masih sanggup menangkap suara malu dan perih karena ketidakpunyaan itu. Aku tidak sedang mengingkari keindahan-keindahan itu, tapi aku tak ingin menjadi mereka. Bukan karena mereka buruk, tetapi karena mereka memang bukan kami.

Aku cuma harus rajin mengajari diri dan mengajari orang-orang yang ada dalam tanggungjawabku untuk secara cerdas sanggup melihat segenap perhiasan dunia itu dan sanggup meremehkan semua perhiasan dunia itu dibanding hal-hal ukhrawi. Aku cuma harus banyak melihat kehidupan yang banyak mengajari banyak hal ini. Aku cuma tak boleh terlalu lupa pada cerita dari mereka yang telah berlalu tentang pesona perhiasan dunia ini. Di semua cerita itu, ada banyak pelajaran.

Penutup.

Jika ada orang yang pada sebagiannya menjadi sesuatu yang sangat aku ingini, maka seharusnya aku sadar bahwa mungkin ada sebagianku yang menjadi keinginan orang lain. Itu wajar.

Kehidupan kami tidak buruk, meski bukan yang terbaik. Besar pohon besar dahan bukanlah keburukan yang sangat buruk. Ini cuma soal fakta dan soal yang membutuhkan penyesuaian.

Allahumma afinii fi dunya wal akhirah,.,. Aamiin,.,.

penulis : Ekonov dari Forum Shalahudin (Forum intern DJP)

soo... true, kadang ketika ada terbersit suatu rasa khas di hati, selalu meminimalisir dengan berfikir bahwa semua pasti sesuai dengan kapasitasnya, waktunya melihat keatas untuk memotivasi dan kebawah untuk bisa bersyukur selalu, makasih pak ekonov

akhir2 ini lagi males nulis so.. bawaannya copas2 doang hehe... bulan depan insyaAllah bunda mulai ngerjain skripsi, doain saya ya moga2 semua lancar...

Kamis, 12 April 2012

pelajaran dari dongeng

copas neh, lucu juga :)

apa pesan moralnya?
Cerita Jaka Tarub dan 7 Bidadari, misalnya. Jaka Tarub berburu di hutan, kesasar sampe nemu telaga ajaib tempat bidadari mandi. Jaka Tarub ngintip bidadari mandi, kesengsem, lantas nyolong salah satu selendangnya. Tentunya dia berani melakukan ini karena tujuh-tujuhnya bidadari. Comot selendang yang mana aja udah pasti pemiliknya bidadari, jaminan mutu. Coba kalo misalkan komposisinya 3 bidadari dan 4 pegulat sumo, mungkin dia agak berpikir ulang dengan probabilita di bawah 50% tersebut (terlepas dari kondisi bahwa umumnya pegulat sumo tidak berselendang).
Singkat cerita, bidadari yang kehilangan selendang nggak bisa terbang balik ke kahyangan, Jaka Tarub tampil sok pahlawan lantas berhasil mengawini sang bidadari malang.Dia lantas hidup enak dengan fasilitas nggak perlu lagi menumbuk padi untuk makan nasi. Berkat kesaktiannya, nyonya bidadari bisa masak nasi sepanci penuh cukup dengan menaruh sebutir beras. Tapi karena Jaka Tarub penasaran buka-buka panci, kesaktian itu luntur dan sang bidadari harus kembali menumbuk beras seperti ibu-ibu lainnya.
Akhir cerita, sang bidadari berhasil nemuin selendangnya yang diumpetin Jaka Tarub, dan buru-buru cabut balik ke kahyangan.

Coba, dengan cerita semacam ini, pesan moral apa yang bisa gue turunkan kepada si bocah Rafi? Apakah...
  • ...hati-hatilah memilih tempat mandi, agar tidak jadi korban tindak voyeurisme dan pencurian?
  • ...kalo ketemu cewek yang lo mau, gunakanlah segala tipu daya agar bisa dapet - urusan lainnya belakangan?
  • ...kalo habis melakukan kejahatan, segera singkirkan barang bukti agar gak ketahuan?

Dongeng aneh lainnya adalah dongeng Putri yang Sempurna. Ceritanya, seperti biasa, sepasang raja dan ratu pusing nyari calon istri yang sempurna untuk sang pangeran tampan yang karena satu dan lain hal nampak kurang pergaulan sehingga udah capek-capek jadi pangeran tampan masih aja susah cari jodoh sementara di luar sana banyak abang bajaj berbini tiga.
Akhirnya datanglah seorang putri yang dites harus tidur di atas 20 lapis kasur yang di lapis terbawahnya diletakkan sebutir kacang polong. Ternyata putri itu kesulitan tidur karena dia masih mampu merasakan kehadiran si kacang polong, maka dengan demikian raja, ratu dan pangeran tampan berkesimpulan bahwa dia adalah putri yang sempurna yang layak untuk menjadi istri pangeran.

Pesan moral?
  • Hidup seorang pangeran mungkin terlalu mudah dan datar sehingga dia merasa perlu untuk memperistri perempuan yang mampu mendeteksi kacang polong di balik 20 lapis kasur. Bayangin kaya apa rewelnya perempuan itu saat AC mati.

  • Penentuan kriteria sebaiknya dilakukan secara ekstra hati-hati karena perlu dipertanyakan relevansi antara kemampuan mendeteksi kacang polong dengan kesempurnaan menjadi putri.

  • Akal sehat juga bermanfaat saat mencari jodoh. Kalo gue jadi putrinya, dan tiba-tiba disuruh tidur di atas tempat tidur aneh dengan 20 kasur, maka secara nalar sederhana gue akan langsung curiga, pasti ada apa-apanya nih. Jadi begitu besok paginya gue ditanya bisa tidur nyenyak atau enggak, gue bilang aja enggak bisa tidur sekalipun kenyataannya semalem gue tidur sampe ngorok - langsung deh dapet pangeran tampan.

Berikutnya, dongeng Lara Jonggrang. Intinya dia dilamar oleh Bandung Bondowoso, cowok yang menurut dia 'enggak level banget'. Bukannya pilih cara simpel dengan bilang 'enggak', dia malah ngajuin syarat yang menurut dia mustahil yaitu menggali sumur Jalatunda dan membangun 1000 candi sebelum fajar. Saat syarat pertama berhasil terpenuhi dan syarat ke dua nyaris berhasil juga, Lara Jonggrang panik dan main curang dengan cara mengerahkan kroco-kroconya untuk mensimulasikan situasi fajar dengan menumbuk lesung dan membangunkan ayam. Saat itu sudah jadi 999 candi. Akibatnya Bandung Bondowoso marah dan mengutuk Lara Jonggrang jadi arca, melengkapi kompleks candi ciptaannya menjadi 1.000*.

Apa pesan moralnya?
  • Kejujuran itu berat, maka daripada repot berkata jujur, buatlah alasan yang mengada-ada?

  • Keselamatan yang utama, maka segala jalan boleh ditempuh asalkan selamat?

  • Kesaktian tanpa akal sehat tidak akan membawa hasil yang menggembirakan? Faktanya si Bandung ini cukup sakti, tapi bukannya menggunakan kesaktiannya untuk melet Roro Jonggrang, dia malah mengubahnya jadi arca. It's a lose-lose solution, Man. Bandung, lu kelonin deh tuh arca.
Tapi semua cerita itu nggak bisa mengalahkan keanehan cerita berjudul Batu Panjang, dari Jambi. Ceritanya ada seorang putri yang tinggal bersama keluarga besarnya. Suatu malem, kakeknya pulang bawa ikan, dan si putri ini merengek minta ikan pada kakeknya. Kakeknya nyuruh dia minta sama neneknya. Neneknya nyuruh dia minta sama ayahnya, dan seterusnya hingga intinya si putri ini frustrasi karena cuma minta ikan sepotong aja birokrasinya berbelit amat.
Dia pergi ke luar rumah, naik ke atas batu, lantas nyanyi. Setiap kali selesai satu lagu, batunya terangkat dari tanah. Dia nyanyi lagi, batunya terangkat makin tinggi. Habis itu kayaknya dia nyanyi lagu yang cukup panjang, mungkin medley antara Bohemian Rhapsody dan November Rain, sehingga akhirnya batu itu sampai di bulan. Begitu sang putri berhasil mendarat di bulan, dia menendang batu itu balik ke bumi. Di bumi, batu itu nyangsang di sebuah bukit dan dikenal dengan nama "Batu Panjang". Keluarga putri itu pun menyesal karena merasa kehilangan sang putri. Sedangkan sang putri nggak diceritakan, apakah dia senang atau enggak di bulan. Mungkin menyesal juga, karena di bulan mana ada ikan?

Apakah pesan moralnya?
  • Kalo anak minta ikan, udah lah kasih aja daripada dia nendang-nendang batu dari bulan. Iya kalo nyangsangnya di bukit kosong, kalo di komplek perumahan gimana? Bisa jadi urusan polisi.

  • Kalo mau tinggal di Indonesia, bersiaplah menghadapi birokrasi berbelit. Kalo nggak sudi, sono tinggal aja di bulan.

Kamis, 29 Maret 2012

5 years ago

hari ini kamis, 29 maret 2012
well... 5 years ago, kamis juga, tanggal 29 maret 2007
untuk pertama kalinya aku merasakan suatu pengalaman yang disebut melahirkan, yup, my first time, pengalaman yang unik banget, krn aq kebanyakan nonton sinetron, jadi dah ngebayangin kalo melahirkan itu begitu2 amat, sakitnya yang gitu2 amat, hihi...

berhubung ini kelahiran pertama so aku ga PD mesti ngelahirin di tanah rantau, hehe... akhirnya aku dipulangkan ke malang ma suami, alhamdulillah semua lancar, walo ga dapat ijin terbang dari dr. fery tetep nekat pulang, dengan pedenya ikut check in juga di kounter penerbangan, kalo emang dah ga boleh terbang ya udah, pasrah, krn kehamilan emang dah masuk 9 bulan, tapi... ternyata ampe diriku nyampe ke surabaya kok ga da nyadar kalo aku hamil gede ya, ga pramugarinya, ga mbak check in nya, ada 1 ding yang nyadar, yang nyobek2in tiket, nanyain, ibu hamil ya, gitu doang hahaha.... keuntungan punya badan tipis wkwkkwwk.....

2 minggu di malang si dedek ga lahir2 juga, akhirnya tanggal 28 maret dah ada ciri2 mau melahirkan, mengeluarkan lendir gitu, tapi kok ga sakit ya, n ternyata emang baru bukaan 1, lanjut terus ampe keesokan harinya tanggal 29 maret 2007 hari kamis, jam 2 siang masih tetep bukaan 1, eh, nambah dikit ding bukaan 2, tapi ya ga tll sakit, belum kali ya, pas di cek ma dokter ajeng, bukaannya emang masih dikit, tapi kontraksinya intens kata dokter so... disuruh siap2 masuk ruang bersalin, jadilah aku mandi keramas dlu, siap2 buat ngelahirin, suami waktu itu dpt tiketnya baru sore itu jadi aku di ruang bersalin ditemenin kakakku, mas eko.

jam 16.00 aku masuk ruang bersalin, suamiku baru masuk ruang tunggu bandara, dicek masih bukaan 4, mikir2, paling ntar masih sempet juga, masih 6 bukaan ini, insyaAllah sempet si ayah dah datang deh... abis itu tiba2 perutku sakit, kaya dipilin2, sakit seh, tapi berhubung mikirnya lebih parah dari ini jadi ngerasa ternyata cuma gini tho hahhaa,,,, (sampai2 dibilangin ma suster, ibu diem banget ya, ga teriak2 kaya yang lain hahaha...) makanya temans jangan kebanyakan nonton sinetron, lebaynya akut tuh hahaha....

jam 17.00 ayah ngasih tau dah terbang, aku masih di ruang bersalin, bukaan belum nambah, tapi kok aku ngerasa basah, di cek ma suster, ternyata ketubanku rembes, kata suster kalo ketuban rembes itu biasanya lahirnya cepet tapi sakitnya luar biasa, woo... siap2lah diriku dengan sakit yang tak terbayangkan...

jam 17.30 dokter ajeng masih sibuk ngurusin ibu di sebelah, yang dari tadi teriak2 ga jelas, kata mbak perawat dah diinduksi 3 infus tapi si baby ga mau keluar, karena otot si ibu kurang vleksible, terlalu takut, tegang dan umurnya dah agak banyak, anak pertama lg, trus suster bilang ke aku makanya nanti jangan tegang ya bu, lha... melahirkan kok ga tegang wong nunggu pengumuman undian gerak jalan aja tegang apalagi nunggu ngelahirin bayi hehe...

jam 18.00 ayah sms dah nyampe di surabaya, lagi di travel menuju malang, tapi aku ngerasain mules yang kaya pengen BAB tapi ga bisa ditahan, padahal kata dokter ajeng masih bukaan 6 berhubung aku bilang dah ga bisa nahan lagi akhirnya dokter ajeng pindah ruangan deh, beliau meninggalkan mbak sebelah yang sekarang sedang disiapin untuk cesar, hehe... akhirnya mbak itu cesar juga, dan kembali kepadaku, dokter ajeng cek dalam lagi, masih bukaan 6 bu, ditahan ya, waduh... dah pengen ngejan aja rasanya, tapi berusaha nahan, kalo ini menurutku ga sakit seh, tapi gimana ya, pernah kan ngerasain pengen BAB, tapi ternyata kamar mandi masih dipake orang, terus ditahan, ya kaya gitu, ga parah2 amat sakitnya, alhamdulillah ga sehoror bayanganku, trus sekitar jam 18.20 dokter ajeng akhirnya siap2 deh ke aku, dan akhirnya sekitar jam 18.23 si bayi cewek nangis kenceng, alhamdulillah lahir dengan sehat dengan bantuan dr. ajeng di RS melati husada malang, aq cuma bingung aja, bukaan 7-10 kemana ya, kok aku ga ngerasain hehe... ternyata si bayi ga pengen ditungguin ayahnya ya, well.. akhirnya sekitar jam 21.00 ayah datang (datangnya agak telat cos porong macet) dan ngasih nama si bayi
"Naira Maulida Ambarwati" yang artinya Naira : bercahaya Maulida : Lahir bulan maulid (sama kaya ayahnya... Ambarwati : Perempuan yang berbau harum

Well.. buat mbak naira, sekarang dah 5 tahun, dah gede, ga boleh cengeng lagi ya nak, moga jadi anak yang sholehah, sayang ma keluarga, berbakti ma ortu dan sukses di dunia dan akhirat, amin... ayah bunda sayang mbak naira...

Alhamdulillah naira menjadi bagian keluarga kecil kami di saat pernikahan kami berumur 9 bulan 13 hari (16-06-2006 ke 29-03-2007) hehe... kilat khusus bikinnya :) 3 hari doang wkwkkwkw..... terakhir... Met Ultah mbak naira cantik..... mmmuach....

Selasa, 06 Maret 2012

sweet things

hp bunda rusak, kena ujan, lcd blank, hiks... berhubung tuh hp masih bagus n bunda masih suka so... bunda ga beli yang baru, dibaikin aj kalo masih bisa, moga2 bisa, sementara bunda ga da hp maka bunda merengek2 pinjam hp ayah yang cadangan, yang jarang dipake , ternyata... alih2 dikasih hp cadangan ayah, bunda malah disuruh make hp ayah yang utama, ayah make yang cadangan, bunda jadi bertanya2 dong, kenapa? pas ditanya jawab ayah adalah "masa buat istri dikasih yang jelek...." hwa... so sweet hehe... makasih ayah :)

Senin, 05 Maret 2012

Maret

Alhamdulillah, dah maret, bulan ini si kakak bakal pas 5 tahun deh, moga jadi kakak yang baik, ngurangin hobi nangisnya hehe... well, sejak minggu kemarin kantor bunda pindah, ke lambung mangkurat, jauh banget dari rumah :) tapi ya gpp deh, dilakonin aja emang dah jalannya gitu

btw, minggu kemarin adalah minggu terakhir bunda kuliah tatap muka, tinggal ngerjain skripsi trus bunda lulus deh, doain moga2 lancar n ga lama bikin skripsinya :) semangka...., makasih buat geng stiepan ku, atas semua bantuan selama kuliah tatap muka, mbak liya, mbak yulian n ilham, bu mai, bu santi, bu restu n additional tiap semester ganjil (hehe...) mbak yulia... smoga ntar kita bisa wisuda bareng2, dan semoga kita bisa ketemu di lain kesempatan, walo ga di kampus... miss u already, friends....